Sedikit menyesal sebenernya gue terlalu terburu menonton tu pilem, toh gue bisa menontonnya di lain hari (dan kecewa juga sih, tapi ya sudahlah) di saat stamina gue nggak lagi nge-drop dan di hari2 dimana jadwal pergi2 gue tidak terlalu penuh. Lo bayangin aja, udah Jumat malem pulang tengah malem, eehhhh, besoknya kudu balik lagi ke Central Park buat fitting baju bridesmaid, trus berburu frame foto plus sepatu buat bride gue.
Di Indonesia segala emang dirangkap2, ampe bridesmaid aja merangkap maid in honor, wakakakakak!!
THIS IS MADDNESSSS!!! ARRRGHHHH TEPAAARRR!!
So, bisa dibayangkan, di malam minggu yang cerah tak berawan, gue harus mendapati hidung gue meler lebih parah lagi dan jika itu masih belum cukup, ternyata sepatu yang gue kenakan untuk pergi ke CP adalah sepatu penggigit yang menyesah jari2 kaki gue dengan taring2nya. UGGHHHHH!!! Shit really happens in a row!!
Oleh karena itu, sangat wajar jika di hari minggu yang super panas menyiksa warga Jakarta dan sekitarnya, gue mencoba beristirahat untuk memulihkan tubuh. Tapi rupanya entah bagian otak gue yang mana memutuskan untuk bergelindingan ngawur sehingga gue pun bermimpi buruk. Tidak tanggung2, gue dibikin bermimpi dalam mimpi alias mimpi dua lapis!! Inception enough? Yeahhh...
Kadang2 gue bingung dengan koordinasi otak gue. Seringkali doi nggak pake acara ngomong dulu langsung tancep bikin mimpi yang ajaib bin aneh yang kumplit. Lha gimana gak aneh, di dalam mimpi gue menjadi salah satu operative (baca: agen rahasia) dalam satu divisi militer yang dikhususkan untuk... membasmi hantu.
Yes, you don't read it wrong, para personil militer itu emang dilatih khusus untuk membasmi hantu, yang, dalam dunia mimpi gue, tidak sekadar kain putih melayang2 "hauu hauu" doang; they're bad... as in so bad they want to kill every single living being on earth.
Meskipun divisi ghostbuster ini dilengkapi dengan senjata militer canggih, percaya ato tidak, salah satu komponen terutama yang paling penting dalam setiap misinya adalah:
Obat tetes mata.
Serius! Ane gak bercanda, gan! Jalan lo kira ini cuman sekadar Visine buat meredakan mata merah, obat tetes mata ini adalah cairan khusus yang dikembangkan oleh ilmuwan pemerintah dalam penelitian berbudget besar, agar para personil militer ini untuk bisa melihat hantu dengan mata telanjang. Gak semua orang punya kemampuan bisa melihat hantu, so... obat tetes mata ini penting banget fungsinya. Dalam mimpi ini gue termasuk mereka yang harus meneteskan obat ini setiap beberapa waktu... gue selalu payah dalam mimpi sekalipun.
Jadi, bisa dibayangkan kekacauan yang terjadi ketika dalam pertempuran melawan hantu2 brutal dan mendadak sebagian personil tentara terinfeksi virus lalu berbalik membantai teman2 mereka sendiri? Betapa menegangkannya sewaktu gue berlari terbirit2 dikejar sekelompok tentara yang terinfeksi, meraung dengan mata2 mereka yang merah nyalang, belom lagi serangan hantu haus darah dari kanan kiri. Gue sangat beruntung karena mendapat jatah obat 'sungguhan' sehingga tidak terinfeksi sama sekali, tapi toh percuma juga kalo harus mati dikoyak2 zombie kan?
Kalo itu masih belom cukup menakutkan, maka gue kudu berduel hidup mati dengan agen musuh yang melakukan kontaminasi pada obat tetes mata itu. Ternyata dia agen ganda yang melakukan infiltralisasi ke pihak gue. Gimana caranya ntuh bisa ketahuan, jangan tanya gue, pastinya duel yang terjadi diantara kami sangat tidak seimbang untuk gue sebab agen musuh ini bukan manusia, melainkan vampir. Gue sudah mengenalnya sebelum kasus ini sebagai mata2 pihak musuh yang berbahaya.
Oh... crap. But WHYYYYYYYYYY!!!??
One thing. This is no your romantic vampire. He's evil undead young man with devilish smirk, lebih parah lagi makhluk itu mencekik gue dan nyaris menggigit lidah gue sampai putus dengan taring2nya yang panjang kayak ular kobra. Dan satu2nya hal heroik yang bisa gue lakukan saat itu hanyalah menggelepar2, membuka mulut dan...
ARRRRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!
Jejeritan kayak cecurut terjebak dalam perangkap. Silahkan ngetawain gue.
Entah apa yang terjadi, ntuh vampir mendadak melepaskan (tepatnya menghempaskan) gue lengkap dengan ketawanya yang berkepanjangan. Gue hanya bisa mengertakkan gigi dengan pahit karena merasa sangat terhina (mungkin) dan sempat kebingungan dengan perilaku agen vampir yang gue anggap tak biasa ini, tapi tak lama kemudian gue mendapatkan jawabannya.
Dari balik kegelapan gue melihat ratusan pasang mata dari sosok2 tubuh gelap yang mendesis dan menggeram.
Oh... fuck. Evil vampire is evil!! Rupanya dia melepaskan gue karena dia tahu lebih menyenangkan membiarkan gue mati dibantai zombie2 haus darah itu, dia tak tertarik dengan darah gua ataupun nyawa gue. I'm not that important to him. What a jerk!
Tanpa disuruh gue langsung ngibrit secepat2nya menjauhi kelompok zombie itu. AIAIAIAIAAAAAA!!
Di situlah lapis kedua mimpi gue berakhir dan gue terkena kick sehingga turun ke level pertama yang muncul di tengah2 halte trem.
Lucunya di level itu, gue menjelaskan pada seseorang di halte trem bahwa gue baru saja bermimpi aneh yang terasa begitu hidup dan detail. Pada posisi itu, gue sama sekali tidak tahu bahwa gue sebenernya masih berada dalam mimpi. Nahhh, ketika trem datang dan gue masuk ke dalam itulah, mimpi lapis pertama ini baru dimulai. Sebab di sana gue ketemu seorang preman, tipe makhluk yang sama seperti yang gue temui di bus kota di alam nyata. Tapi berbeda dengan preman bus kota yang kosa katanya terbatas hanya "seribu dua ribu takkan membuat Anda jatuh miskin", atau "lebih baik panjang suara daripada panjang tangan," or similar shit like that; preman trem ini lebih suave dan lancar berbicara, bahkan gue sempat berdebat dengannya ketika secara tak sengaja gue memergokinya mencopet dompet engkoh2 Cina di sebelahnya. Saat itulah mendadak gue berubah agresif dan membekuk preman/copet itu. Gue di dalam mimpi, entah kenapa, jauh lebih represif dan sassy ketimbang di alam nyata.
Pergelutan dalam trem itulah yang terjadi sepanjang mimpi level pertama ini dan berakhir dengan si preman melompat keluar dari trem yang berjalan itu. Lalu gue terbangun sesudahnya dengan badan sakit semua dan pegal2 seakan2 gue emang benar2 berduel dengan vampir dan preman sekaligus. Oh shit...
Percuma rasanya tidur siang yang cukup panjang barusan, badan gue lemasnya luarbiasa dan gue didera rasa ngantuk yang tak tertahankan bahkan sekalipun ada sebagian kecil dari sel2 otak gue yang mulai aktif bekerja.
Dede gue tidak percaya saat gue menuturkan bahwa gue bermimpi soal meneteskan obat mata supaya bisa melihat hantu, bahkan teman gue cuman bisa tercengang2 saat gue menuliskan soal mimpi gue padanya lewat Whatsapp. Dan emang terus terang aja, mimpi gue yang kali ini terasa begitu jelas dan detail dan bahkan memiliki plot! Biasanya sih gue sedang stress jika sampe bisa mimpi kayak begini. Atau sedang sakit. Berhubung mimpinya nggak terlalu horor (lebih kayak action thriller), kemungkinan gue sedang sakit. Soalnya kalo gue emang stress, mimpinya jadi horor dan tingkat keseramannya tergantung tingkat stress gue. Tapi jarang banget mimpi gue sampe bisa masuk ke level dua macam yang ada di pilem Inception. Terus terang gue bener2 bisa relate ama tu pilem karena teori mimpinya bener2 pas banget ama yang biasa gue alami di malam hari.
Tapi, diluar segala teori stress itu, gue merasa sebenernya ini akibat nonton Dark Shadows. Kalo ga, darimana asalnya tu karakter vampir coba? Gabungan dari Dark Shadows dan sisa2 semangat gue membaca Alfred Kropp ditambah lagi gue kebanyakan baca berita soal pesawat Sukhoi jatuh. Temen2 dan keluarga gue bingung, kok gue segitu getolnya ngikutin berita ini, terutama alasannya karena gue punya romantisme aneh dengan Rusia (atau Uni Soviet); terbayang intrik2 politik dan intelejensia ala Mission Impossible atau James Bond, lengkap dengan mata2nya.
Kalo dipikir2, mimpi gue not bad juga seandainya dijadiin cerita. Minimal gue bisa songong ngebandingin ama Stephanie Meyer. Iye, vampir nyang nongol dalem mimpi lo berkilauan, trus duduk2 di bawah puun sama elo kan? Trus pacar2an. Kalo versi gue kage berkilauan, die bukan anak SMU emo dodol melainkan agen ganda yang licin, terlibat dalam sabotase distribusi perlengkapan militer, dan bisa menyusup dalam jajaran petugas lapangan pemerintah. Plus, taringnya panjang bener ampe gue ketakutan.
Jelas versi gue lebih keren... *PLAAAKKK!!*
exanimate
cranky
distressed
cheerful
contemplative