?

Log in

No account? Create an account

miki_sensei


Quirky dr. Miki

When bad guys are away, dr. Miki is getting a holiday


He works as a manager in Gringotts Bank, Seoul Branch
miki_sensei
Jadi kurang lebih beginilah perbincangan gue dengan seorang teman di rumah makan ramen terdekat. Entah apa yang terlintas di benak setelah perut kenyang dan kami menenggak teh hijau untuk mengencerkan minyak yang masih tersangkut di kerongkongan.

Gue : Jadi... on technical level, apa yang mereka maksud dengan 'Goblin' di sini?

Perbincangan itu muncul begitu saja setelah teman gue bilang akhir2 ini dia dilanda stress dan berakhir menonton sejumlah K-drama, salah satunya adalah Goblin. Dia sudah sampai di episode 8.

Ah... that Goblin.

Sejujurnya gue penasaran dengan film ini terutama karena timeline Facebook gue dipenuhi mereka yang fangirling sama Gong Yoo, a.k.a Om2 pembantai zombie di kereta menuju Busan. Gue lebih tercengang lagi dengan judulnya 'Goblin'.
First of all. Kenapa judulnya Goblin coba? Apa karena dia manajer di Bank Gringotts? Atau dia sedang liburan dari dunia kejahatan di Marvelverse? I mean... WHY? Goblin itu makhluk halus dari folklore Barat!

Eniwei... gue bahkan kaga tau sih namanya Gong Yoo pas ngeliat klip-nya pertama kali. Pengamatan pertama gue ya sekadar om2 berpakaian necis bisa berteleportasi melalui perantara pintu. Konsep yang bikin gue bener2 teringat para Adjustment Agent di The Adjustment Bureau. Yang terlupa cuma dia tidak mengenakan trilby hat saja. He should actually...
Ketika gue lalu berkomentar melalui status soal film ini, temen gue memberi info bahwa Gong Yoo juga bermain di Train To Busan dan The Coffee Prince. Gue ga tau The Coffee Prince, gue taunya manga Prince of Tea (kalo lo tanya gue apa ceritanya bagus? Gue cuman bisa miris dan bilang... well, gue malu gue ngebaca itu komik seriously. It's so bad in every cheesy way.)
Tapi gue tau Train To Busan. Film yang merupakan anak hasil perselingkuhan genre zombie dan film Snowpiercer, dibintangi om2 berwajah manis yang harus bertahan dari kebuasan para zombie tanpa pistol sama sekali. Hardcore!

Kembali ke pertanyaan, secara teknis sebenernya Om Gong Yoo itu makhluk apaan di film Goblin.

Teman gue menjawab : Dia immortal.
Gue : Ya. Tapi bicara fiksi, pengertian immortal sangat luas. Yang paling populer adalah immortal dengan diet eksklusif. Hanya sanggup mengkonsumsi cairan dengan kode A, B, AB, dan O. Atau dia harus menghisap jiwa orang untuk bertahan hidup?
Temen gue :  Dia seorang jendral di era Joseon yang difitnah dan dibunuh oleh pedangnya sendiri saat mencoba melindungi Kaisar dari manipulasi musuh dalam selimut di kerajaan. Tapi dengan suatu cara, dia hidup lagi ketika Yang Mahakuasa menemui jiwanya dan mengatakan bahwa dia akan hidup abadi sebagai bagian dari hukuman yang harus dijalaninya...
Gue: WHAT? Hukuman?
Temen gue : Yep, hukuman, mungkin karena dia banyak membunuh orang sepanjang karirnya.
Gue : Iya! Dan semua orang yang hidup di era Joseon yang berprofesi sebagai tentara! Macam mana pula keadilan di universe itu?? Masa itu karena hukuman sih?
Temen gue : Dan satu2nya yang bisa menghapus kutukan itu adalah ketika dia bertemu cinta sejatinya.
Gue : (menyeringai penuh ejekan karena kenal benar dengan tropes satu itu) Lo tau? Gue pernah mendengar premis yang serupa!

Iya, jawabannya adalah serial New Amsterdam, police procedural yang terbuai dengan fantasi dan diperankan olah aktor Game of Thrones, Nikolaj Coster-Waldau. Percaya atau tidak tapi demografi penonton genre police procedural itu sebagian besar adalah perempuan, maka jangan heran kalo genre ini bisa dikawinkan dengan paranormal romance. Gue sudah ketemu dengan police procedural yang dikawinkan dengan vampir, immortal, penyihir, dan pemburu monster. Trust me, I'm good at finding weird things.
Dalam New Amsterdam, detektif tokoh utamanya juga immortal yang terbunuh dan hidup kembali oleh intervensi supranatural dan satu2nya cara membatalkan kutukan itu adalah ketika dia bertemu cinta sejatinya.

HAHAHAHAHAHAHAHA!!

Temen gue : Lah kenapa elu ketawa...
Gue : YA IYALAH! Ini kayak gender swap Sleeping Beauty, dimana true love kiss akan melepaskan kutukan tidur abadi. Penekanan pada 'abadi'. Ini sangat konyol, tapi gue bisa ngeliat appeal-nya di mata cewek2.
Temen gue : Gong Yoo.
Gue : True. Gong Yoo. Jadi Gong Yoo adalah kamisama.
Temen gue : Ada shinigami juga.
Gue : Nggak teriak 'bankai' kan?
Temen gue : Dia tinggal serumah sama si Goblin, sebenarnya mereka saling bermusuhan karena Goblin itu pernah nyelamatin ibu hamil yang seharusnya mati dalam catatan si shinigami.
Gue : Dan shinigami ini perfeksionis, dan ibu hamil ini mengandung anak perempuan yang akan tumbuh menjadi protagonis cewek dalam film ini.
Temen gue : Yep. Dia disebut 'missing soul' karena dia harusnya sudah mati tapi dia hidup. Makanya dia bisa melihat hantu dan dewa dan goblin. Keberadaan dia juga menarik bahaya mendekat, karena eksistensi dia yang ambigu.
Gue : In which ngasi alasan part2 dimana Goblin kudu nyelamatin damsel in distress dengan gaya super keren yang bikin fangirling?

Tentu saja... dan tawa temen gue itu memastikan dugaan gue.

Well, tapi cerita ini tetep aja terperangkap dalam tropes yang paling mengganggu gue: I knew I love you before I met you.
Gue mau tanya sama lo pada. Tokoh utama berumur ratusan tahun dan pertama kali bertemu dengan cewek yang nantinya jadi jodoh dia ketika cewek itu masih janin dalam rahim. Coba katakan pada gue apakah itu nggak creepy? I mean... eewwwww. Kenapa setiap cerita yang melibatkan immortal selalu ada latar cerita kayak gitu? Kenapa nggak mereka ketemu begitu aja, dua orang asing yang kemudian saling suka. Kenapa kudu dibikinin kisah masa lampau yang rumit dan ditakdirkan bersama sedari di dalam rahim. Bayangkan ada lelaki dewasa yang mengintai anak perempuan, menantinya tumbuh dan...

Lo boleh ngemeng apapun tapi menurut gue itu 50 Shades of So Wrong In Many Levels.

Temen gue : To be honest, gue nggak tertarik dengan hubungan Gong Yoo dan Kim Go Eun. Gue suka bromance antara Goblin dan Shinigami nya.

Gue : Lo... nge-shipping Gong Yoo sama Lee Dong Wok???
Temen gue : Interaksi mereka lucu.

Oke...

Dan pada akhirnya ketika kami berpisah setelah bergelas-gelas teh hijau dan temen gue ini menceritakan bagaimana shinigami dan kamisama ini bersatu menyelamatkan Kim Go Eun dari para tukang tagih brutal. Kemunculan mereka yang diiringi lampu2 jalanan yang meredup dan padam satu per satu menggunakan deluminator milik Albus Dumbledore. Shinigami yang menghapus ingatan para penjahat dan Kamisama yang menggendong Kim Go Eun keluar dari mobil yang mereka belah jadi dua seperti semangka di musim panas. Kepala gue jadi berputar2 liar.

Sebenernya ini cerita apaan sih?? Ribetnya bikin gue muter2 keliling kompleks.

Living forever can get old after a while. Kim Shin (Gong Yoo) is a goblin who has immortal life as he watches over people’s souls. He lives with Wang Yeo (Lee Dong Wook), the grim reaper who suffers from amnesia but nevertheless does his job to help usher people’s souls into the afterlife. Shin’s nephew, Yoo Deok Hwa (Yook Sungjae), is a rebellious chaebol heir whose family has been caretakers of the goblin for generations. As Shin becomes tired of his immortal life, he contemplates whether to find a human bride to help him become human. Could Ji Eun Tak (Kim Go Eun), an optimistic high school student who falls in love with Shin, or Kim Sun (Yoo In Na), the likeable owner of a chicken restaurant, hold the key to Shin’s future?

Hmm hmm hmm hmmm...

Gagal paham. Coba lagi di situs yang berbeda.

Gong Yoo (Coffee Prince), Kim Go Eun (Cheese in the Trap) and Lee Dong Wook (Blade Man, My Girl) star in a supernatural romance that proves love can find its way past anything, including death. Kim Shin (Gong Yoo) is an immortal “goblin,” and has the rather honorable title of being the Protector of Souls. His roommate Wang Yeo (Lee Dong Wook) also happens to have the equally lofty, if thoroughly opposing, title of Angel of Death, and he acts as the storied grim reaper that claims souls. However, both these devilishly handsome angels have a problem: Wang Yeo has amnesia and Kim Shin wants to end his own (immortal) life. Unfortunately for goblins, the only way to defeat immortality is to marry a human bride. As fate would have it, Kim Shin encounters Ji Eun Tak (Kim Go Eun) a quirky, yet cheerful, girl who may be the answer to ending his cursed existence. Now, once responsible for protecting souls and watching them pass, Kim Shin tries to send his own soul to the afterlife. But when a slightly complicated method of suicide starts turning into true love, will our immortal goblin begin to regret his decision--where acting on that very love ultimately means the end of his life?

OH! I GET IT!

Oh ayolah, ini akan berakhir dengan keduanya jadi abadi bersama, ya kan? I mean... I exposed myself too much with stupid vampire stories. That's the story usually ends. 

Sigh... ini seperti Forever. Almost in the same tone, a hundred years old immortal in modern world trying to defeat immortality. Dan gue menonton Forever sambil fangirling Ioan Gruffudd dan frustasi karena ceritanya juara banget kacangannya.
Well... kalopun memang akhirnya seperti yang gue perkirakan, gue hanya akan mengandalkan temen2 gue yang melaporkan via timeline Facebook. Gue nggak tahan nonton K-drama bahkan sekalipun dibintangi Gong Yoo dan memuat meta-jokes paling ngocol dengan membuatnya berteriak2 ketakutan karena nonton Train To Busan.

Hmmm... Gong Yoo membintangi Train To Busan dan Goblin... you know what?

CROSS OVERRRR!!

Mari berspekulasi kenapa Om Gong Yoo bisa berakhir jadi kamisama di Goblin. Menurut gue jauh lebih masuk akal kenapa dia berakhir jadi immortal di Goblin. Dia digigit zombie di akhir Train To Busan dan memilih melompat dari lokomotif untuk mengakhiri hidupnya dan takdir menjadi makhluk lapar pemakan daging manusia. Bagaimana kalau zombifikasi yang menimpanya tidak membuatnya jadi undead pemakan daging manusia? Hanya menjadi... well, undead?

Yah, itu terdengar seperti Warm Bodies. Ya sudahlah.

P.S
Dialog gue dan teman gue mengalami banyak penulisan ulang. Gue nggak pernah ngobrol dengan pemilihan kata seformal itu, tapi arah pembicaraannya masih sesuai dengan apa yang kita obrolin di Ikkudo Ichi beberapa jam yang lalu.