?

Log in

No account? Create an account

miki_sensei


Quirky dr. Miki

When bad guys are away, dr. Miki is getting a holiday


Me comparing Habaek and Blackbold
miki_sensei
Hold on, and let me explain...

Pada suatu hari yang membosankan saat menanti donlotan yang super lama karena akses internet secara misterius tidak memperkenankan gue mendapatkan kecepatan maksimal. Ada dua hal yang terjadi;

Pertama2 gue memesan segelas kopi Tuku dari... Cipete ke Slipi.

It worked. Seriously. Gue suka rasa kopinya, kental dan punya taste yang unik dibanding kawannya yang banyak cababgnya dan lebih populer, Starbucks. Sayangnya gue terkena maag sesudahnya... jadi nampaknya memang kita tidak berjodoh. Enzim dalam lambung gue berkata tidak.

Kedua, gue nonton teaser trailer dari Kdrama.

Yep... I'm THAT desperate!! Hal2 yang terjadi karena didorong rasa bosan itu terkadang mengagumkan.

Sebagaimana lo tahu, dan gue akan mengulanginya lagi dengan senang hati bagi kalian yang tidak tahu: Gue gak pernah melihat appeal dari Kdrama. Banyak hal yang menghalangi gue menikmati fenomena yang gue adalah target audience-nya dan sejujurnya bukannya gue tidak bisa menikmati guilty pleasure romance yang kalo dipikirkan secara rasional... saran gue adalah hentikan itu. Guilty pleasure dan rasional adalah dua hal yang sudah pasti nggak boleh digabung2. Tapi bahkan dengan kesadaran seperti itupun gue tidak tahan dengan tropes2 yang disuguhkan.

Namun saat itu gue sedang desperate sama rasa bosan menjijikan, dalam kesendirian dan kegalauan. Maka ketika teman gue di Facebook membagikan berita soal Kdrama terbaru yang dibuat untuk menggantikan Kdrama populer sebelumnya berjudul Goblin (yep... I watched that garbage, it's garbage) berjudul The Bride of Water God, maka mau tidak mau gue harus membaca berita itu. Tidak bisa tidak. I'm sucker for another torture at that time.

Terutama karena gue mengira itu sejenis cerita Percy Jackson, lo tau... mitologi yang dibawa ke ranah modern dengan dialog2 catchy ala abege dan sangat gimmicky. Buku pertama sampai ketiga oke... lama2 jadi monoton dan gue bosan setengah mati dengan franchise itu. Kalau mau mengambil ide mitologi yang dibawa ke ranah modern, tontonlah John Wick dan John Wick Chapter 2. Itu adalah mitologi Yunani modern tampil dalam bungkusan action-noir-fantasy yang over-the-top bagai nonton konser rock and roll dan lo berakhir jatuh cinta sama Keanu Reeves. Sompret.

Kembali ke Kdrama...
Iya, gue mengira itu sejenis Percy Jackson dan terus terang saja gue menyukai mitologi. Kdrama yang mengambil ide dari mitologi Korea? Kenapa tidak?

Tapi rupanya gue salah. Bukan Percy Jackson melainkan lebih kayak Marvel's Thor. Tokoh utama dewanya bahkan mencari batu gaib bertuah di dunia kaum fana untuk mendapatkan kembali singgasananya. Jadi ini akan dipenuhi lelucon fish out of water dan gue setengah berharap batu gaib bertuah itu adalah Infinity Stones.

Harus gue akui... it's kind of interesting. Pertama karena Dewa Air ini rupanya bukan karakter yang menyenangkan, he's an egoistical narsisstic prick. Dia memaksa tokoh utama wanitanya untuk jadi babu dia karena wanita ini berasal dari garis keturunan keluarga yang diperbudak oleh si dewa air dari masa lampau. Jadi dia sama sekali bukan Kim Shin yang honorable dan heroik, this one is an asshole. You can say I'm intriqued.

Karenanya gue pun mencari2 bocoran filmnya yang baru diputer 10 Juli ini dan mendapatkan cuplikan 5 menit Pilot episode tanpa subteks sayangnya. 5 menit ini rupanya memberikan penonton gambaran kayak apa sih karakter Habaek si dewa air ini. Mengisahkan tindak tanduknya ketika masih di khayangan... dan semakin lama gue nonton gue semakin menyadari dengan cukup terkejut.

Production value-nya sangat bagus untuk TV serial. Yes, it's obviously a set dan ditambal sulam dengan CGI yang agak geli2 gimana liatnya. But geez, it's a damn good set!!
Lalu akhirnya gue teringat, beberapa hari yang lalu gue nonton teaser trailer TV serial Marvel berjudul Inhumans and for the love of God, I think it's the worst looking TV show I've ever encountered in my life. Dan gue kira gue udah ngeliat yang terburuk saat nonton Once Upon A Time, the abominable Disney crossover fanfiction tumblr level and you made it into a TV show!!

Mau tahu Inhumans seburuk apa?
Well, Inhumans itu ekuivalen sama sinetron naga2 Indosiar yang selalu jadi bahan olok2 para warganet. Serius. Rambut palsu yang dikenakan salah satu karakternya itu bener2 teriak 'GUE PALSU DAN GUE JELEEEEKKK', belom lagi kostum yang sama cupunya kayak drama pensi2 jaman 2000-an. Masyaoloh... cosplayer di comic con aja masih lebih bagus tau!! Menggelikan banget liat itu trailer. Gue bisa melihat betapa nyatanya ketiadaan niat dari si pembuat film untuk bikin sesuatu yang sedap dipandang ketika sesuatu itu ditampilkan dalam bentuk medium visual.

Dan yang bikin ironi ni makin berasa aduhai, Marvel itu salah satu studio yang paling tajir saat ini. Disney itu ibaratnya Gober Bebek yang lagi kipas2 pake duid. Tapi ngeliat TV series mereka kok bisa2nya sekualitas sama Misteri Gunung Merapi or the infamous Ganteng-Ganteng Serigala.

HOLY SHIT! Jadi lo mau bilang bahwa production value K-drama kelihatan lebih mewah ketimbang film serial Marvel???

It is what it is. Inhumans looked like rotting shit.

Jadi kesimpulannya... kalo gue dipresentasikan dua film ini: The Bride of Water God atau Inhumans, lalu disuruh memilih. Sorry, Marvel... tapi gue akan memilih The Bride of Water God. Sebab film lo nampak seperti pisang busuk. Plis deh, film itu adalah visual medium, gimana mau keliatan bagus kalo secara kasat mata aja udah bikin sepet dan mual2. Mah mending kagak usah jualan dari pertama kali deh, Marvel. Pulang gih... lo lagi mabok.