?

Log in

No account? Create an account

miki_sensei


Quirky dr. Miki

When bad guys are away, dr. Miki is getting a holiday


First rule of Nonton Bareng: Be on time, or something eventually would happened...
miki_sensei
Seperti yang menimpa gue...

Percaya atau tidak. Semalam akhirnya gue menyimak Kingsmen: The Secret Service untuk pertama kalinya dalam durasi penuh dan konsentrasi, tepat sehari setelah gue nonton sekuelnya dan mendadak gue teringat betapa gue tidak memahami cerita pertamanya setelah menonton review2 Youtuber yang mengkritisi sekuelnya.

Maksud gue... yea, gue suka film ini; baik yang pertama maupun yang kedua. Lagipula ceritanya nggak ribet2 amat sampe gue nge-blank total. Tapi asal lo pada tahu aja, gue ketinggalan nonton film pertamanya selama 25 menit!!

Yap, duapuluh lima menit. Dan sebenarnya gue bisa tidak telat, tapi gue memilih untuk telat. Pertama karena gue berdua bersama seorang teman, nemenin satu teman lagi buat makan siang, dia baru datang tepat menjelang film diputar. Bayangkan!!

Kedua...

Nah, yang kedua adalah, sejenis cathastrophy terjadi.

Temen gue yang sebelumnya datang tepat waktu, menghilang!!

Waktu itu gue langsung nyariin temen gue sebab mendadak ketika pintu bioskop dibuka dan gue duduk manis di deretan kursi, temen gue dan pacarnya raib. Hilang tanpa kejelasan. Tentu aja gue langsung panik, itu dua orang kemana kok bisa ngilang!?

Putar2 gue mencari di lobi bioskop bahkan sampe turun ke lantai2 bawah mal untuk mencari. Panggilan telepon tidak dijawab apalagi Whatsapp. Intinya, dia lenyap.
Sedikit dongkol, bingung, cemas, dan sebagainya, akhirnya gue kembali ke dalam teater untuk menonton sisa film yang ada tanpa benar2 bisa menyimak apa yang sedang diputar di depan mata. Pikiran gue tertuju pada temen gue dan pacarnya yang menghilang dan apakah mereka baik2 saja.

Akhirnya ketika menjelang film berakhir, gue mendapatkan kabar dari teman gue yang menghilang ini. Rupanya dia pulang bersama pacarnya yang ngamuk2. Loh, kenapa dia ngamuk?

Well... dia marah sama temen gue yang telat ini. Soalnya kejadian itu sudah kali kesekian dia telat untuk nobar dan akibatnya semua orang terpaksa nemenin dia dan jadi telat juga (seperti sebelum2nya.) Waduh? Ngapain nemenin orang telat? Sederhana, sodara2. Ini atas nama solidaritas broooo... yeappp, di tahun 2015 konsep itu memang terdengar tolol luarbiasa. Dan kita bahkan tak lagi anak SMA. Tapi memang kami sahabat sejak SD, dan itu artinya sesuatu. Tidak enak rasanya meninggalkan dia begitu saja bukan?

Well, shit. Nampaknya itu keputusan salah. Seseorang jadi berang untuk alasan yang benar dan cekcok pun terjadi. Semenjak kejadian itu, si pacar menolak nobar kalo ada temen gue yang doyan telat itu juga ikutan. Bagi si pacar, dia sudah masuk daftar hitam.

Sejujurnya, gue bisa paham kemarahan si pacar. Serius. Ini memang masalah yang cukup mengganggu. Apapun alasannya, lo telat nyong! Plus, jelas sekali dia sudah memendam kegeraman dari kejadian sebelum2nya, kali ini rupanya toleransinya sudah mencapai titik nadir. Sial!
Bagi temen gue yang telat ini, dia tidak senang dengan reaksi amarah si pacar yang baginya berlebihan. Sebab untuknya, solusinya mudah saja; ya kita duluan aja masuk, dia telat mah gak apa2. Tidak perlu solidaritas apalagi marah2an macam begini. Dia tak merasa kehilangan separo film menjadi sesuatu yang mengganjal, tidak seperti gue dan temen gue dan pacarnya. Mindset kita berbeda, dan waktu itu gue merasa terpana dengan cara pandang ini. Tapi gue menghormati pola pikir ini, seaneh apapun gue menganggapnya. Dan sejak itu memang gue akan selalu masuk bioskop tepat waktu tidak peduli ada teman yang telat atau tidak. Sori bro... gue bayar tiketnya penuh, lo telat itu mah urusan elo. Solidarity could kiss my ass, leave it to highschoolers.

Akibat kelahi penuh drama sinetroniah itu, gue kehilangan 25 menit pertama dari Kingsmen: Secret Service, sekaligus nyaris tidak bisa menyimak dengan konsentrasi penuh. Intinya... gue kehilangan film itu. Makanya ketika gue nonton film keduanya dan merasa sangat menikmatinya dan terperanjat dengan reaksi negatif para reviewer film. Gue mendadak teringat, oh iya, drama sinetroniah di awal film itu berikut juga beban mental yang menggelayuti batin gue sesudahnya membuat gue gagal paham.

Maka akhirnya gue memutuskan menonton ulang film pertamanya. Apa reaksi gue?

Terpana. Ya gue terpana. Gue terpana dengan betapa banyaknya footage yang tak pernah gue tonton sebelumnya dan gue baru benar2 menyadari struktur film ini; bahwa baik plot cerita dan masalah yang disodorkan...

It's very Young Adult novel.... like, seriously.

Though I'm usually not a fan of Young Adult novel (since the story tends to be sucky and unbearable filled with fucking emo teenagers searching for truuuueeee loveeeee--oh no! Oh yes!) this one could be a solid good Young Adult novel if it choose that medium. No joking, the idea and concept reminds me of Harry Potter or Percy Jackson, well... especially because there's some kind of 'education and learning' in every of them. Harry Potter is learning to be a wizard. Percy Jackson is learning to be a proper demigod.

Eggsy, learning to be, eh... ass kicking spy. Don't laugh, it's enjoyable!!

This Young Adult novel thingy of a movie, it hit every YA novel thropes without being cliche, sometimes it's not even cliche.
The characters are likeable, the protagonist is GREAT! I like Eggsy so much, he could be a shonen manga protagonist with all his foul mouth and screams (a good likeable one), I like Galahad and Merlin. Heck, even the villain is so enjoyable; the chemistry between Valentine and Gazelle is so good!! I like seeing them bantering each other, exchanging dark humor and mild insult. It wasted no character, the pacing is perfect.

No shit Sherlock! This movie has every single thing I want in a Young Adult novel! I can't believe it! A very compelling plot with interesting world building and strong myth of its own. A likeable teenage protagonist with some baggage but not wimpy. A great mentor figure (a handsome charming one too, gyaah!) A strong female character (who has her own interesting arc!), an interesting relatable villain who teamed up with also a great female villain. Strong side characters. Great fanservice, oh yes, a group of sharply dressed chilvarious gentlemen who also happened to be badass super spies?? Are you freaking kidding me!?! This movie successfully pandering itself to each gender; male and female.
The only complaint I had in this movie is the ass fucking idea. That's offensive and leave a bad taste. But generally I love every second of it!


Dan keseluruhan hal itu... membuat gue meratapi fakta bahwa gue gagal menyimak seluruh keasyikan ini di gedung bioskop, karena sebuah drama. Kenapa oh kenapa?? Kenapa gue membiarkan ini terjadi? Apakah jika gue meninggalkan teman gue maka sampai detik ini kami masih bisa nonton bersama? Tanpa veto keras dari si pacar yang kesal (sekarang sudah jadi suami pula.)

Well, elo bisa belajar dari kejadian yang gue alami. Masuk bioskop tepat waktu. Sesederhana itu. Dan seandainya lo punya teman yang doyan jam karet... mending nggak usah pake solidaritas dhe, tinggal aja. Takutnya nanti akan menjadi duri dalam daging, api dalam sekam seperti yang menimpa gue dan teman2 gue.

Sekian curhat gue kali ini.